Monday, February 25, 2013

BAB 18 SLOKA 55




Seseorang dapat mengerti tentang-Ku menurut kedudukan-Ku yang sebenarnya, sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, hanya dengan cara bhakti. Apabila ia sudah sadar akan Diri-Ku sepenuhnya melalui bhakti seperti itu, ia dapat masuk kerajaan Tuhan Yang Maha Esa.

PENJELASAN:


Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Krsna, serta bagian-bagian yang berkuasa penuh dari Krsna tidak dapat dimengerti oleh angan-angan pikiran atau orang yang bukan penyembah. Jika seseorang ingin me-
ngerti Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, ia harus melakukan bhakti yang murni, di bawah bimbingan seorang penyembah yang murni. Jika tidak demikian, maka kebenaran Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa akan selalu tetap tersembunyi. Sebagaimana sudah dinyatakan dalam Bhagavad-gita (7.25), naham prakasah sarvasya: Krsna tidak memperlihatkan dirinya kepada semua orang. Tidak ada orang yang dapat mengerti tentang Tuhan hanya berdasarkan kesarjanaan dari perguruan atau angan-angan pikiran. Hanya orang yang sungguh-sungguh tekun dalam kesadaran Krsna dan bhakti dapat mengerti apa itu Krsna. Gelar-gelar dari universitas tidak dapat menolong dalam hal ini.

Sunday, February 17, 2013

BAB 18 SLOKA 56



Meskipun penyembah-Ku yang murni yang selalu di bawah perlindungan-Ku sibuk dalam segala jenis kegiatan, ia mencapai tempat tinggal yang kekal dan tidak dapat dimusnahkan atas karunia-Ku.

PENJELASAN:
Kata mad-vyapasrayah berarti di bawah perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Untuk dibebaskan dari pencemaran material, seorang penyembah murni bertindak di bawah perintah Tuhan Yang Maha Esa atau utusan-Nya, yaitu guru kerohanian. Tidak ada pembatasan waktu bagi seorang penyembah yang murni. Dia selalu seratus persen tekun dalam kegiatan di bawah perintah Tuhan Yang Maha Esa selama dua puluh empat jam sehari.

BAB 18 SLOKA 57



Dalam segala kegiatan, hanya bergantung kepada-Ku dan selalu bekerja di bawah perlindungan-Ku. Dalam bhakti seperti itu, sadarilah Aku sepenuhnya.

PENJELASAN:
Bila seseorang bertindak dalam kesadaran Knaa, dia tidak bertindak sebagai penguasa dunia. Seperti seorang pelayan, hendaknya ia bertindak sepenuhnya di bawah perintah Tuhan Yang Maha Esa. Seorang pelayan tidak mempunyai kebebasan khusus. Dia hanya bertindak atas perintah atasan. Seorang pelayan yang bertindak atas nama penguasa yang paling utama tidak dipengaruhi oleh laba dan rugi. Dia hanya melaksanakan tugas kewajibannya dengan setia menurut perintah Tuhan. Mungkin ada orang yang mengatakan bahwa Arjuna bertindak di bawah perintah pribadi Krsna, tetapi apabila Krsna tidak ada, bagaimana seseorang seharusnya bertindak?

Thursday, February 14, 2013

BAB 18 SLOKA 58



Kalau engkau sadar akan-Ku, engkau akan melewati segala rintangan kehidupan yang terikat atas karunia-Ku. Akan tetapi, kalau engkau tidak bekerja dengan kesadaran seperti itu melainkan bertindak karena keakuan palsu, dan tidak mendengar-Ku, engkau akan hilang.

PENJELASAN:
Orang yang sadar akan Krsna sepenuhnya tidak terlalu cemas tentang pelaksanaan tugas kewajiban kehidupannya. Orang bodoh tidak dapat mengerti kebebasan yang besar dari segala kecemasan seperti itu. Krsna menjadi kawan yang paling dekat bagi orang yang bertindak dalam kesadaran Krsna. Krsna selalu menjaga kesenangan kawan-Nya dan Beliau memberikan Diri-Nya kepada kawan-Nya yang tekun dengan penuh bhakti selama dua puluh empat jam sehari karena menyenangkan hati Tuhan.

BAB 18 SLOKA 59



Kalau engkau tidak bertindak menurut perintah-Ku dan tidak bertempur, maka engkau akan salah jalan. Menurut sifatmu, engkau akan diharuskan ikut berperang.

PENJELASAN:
Arjuna seorang kesatria, dan dia dilahirkan dari sifat ksatriya. Karena itu, kewajibannya yang wajar ialah bertempur. Tetapi akibat keakuan palsu dia takut bahwa dengan membunuh gurunya, kakeknya dan kawan-kawannya, dia akan menderita reaksi-reaksi dosa. Sebenarnya dia menganggap dirinya penguasa perbuatannya, seolah-olah dia mengatur hasil yang baik dan buruk dari pekerjaan itu. Dia lupa bahwa Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, sedang memberi perintah kepadanya untuk bertempur. Itulah kecenderungan lupa yang dimiliki oleh roh yang terikat. Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa memberi petunjuk-petunjuk tentang yang baik dan apa yang buruk dan seseorang hanya harus bertindak dalam kesadaran Krsna untuk mencapai kesempurnaan hidup.

BAB 18 SLOKA 60



Akibat khayalan, engkau sekarang menolak bertindak menurut perintah-Ku. Tetapi didorong oleh pekerjaan yang dilahirkan dari sifatmu sendiri, engkau akan bertindak juga, wahai putera Kunti.

PENJELASAN:
Kalau seseorang menolak bertindak di bawah perintah Tuhan Yang Maha Esa, maka ia dipaksakan untuk bertindak oleh sifat-sifat yang mempengaruhi dirinya. Semua orang dipesona oleh gabungan tertentu sifat-sifat alam dan ia bertindak dengan cara seperti itu. Tetapi siapapun yang rela tekun di bawah perintah Tuhan Yang Maha Esa menjadi mulia.

BAB 18 SLOKA 61



Tuhan Yang Maha Esa bersemayam di dalam hati semua orang, wahai Arjuna, dan Beliau mengarahkan pengembaraan semua makhluk hidup, yang duduk seolah-olah pada sebuah mesin terbuat dari tenaga material.

PENJELASAN:


Arjuna bukan yang mahatahu, dan keputusan Arjuna untuk bertempur atau tidak, dibatasi oleh pertimbangannya yang terbatas. Sri Krsna memberi pelajaran bahwa diri pribadi bukanlah segala-galanya. Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, atau Krsna Sendiri, sebagai Roh Yang Utama yang berada di tempat-tempat khusus, bersemayam di dalam hati dan memberi pengarahan kepada makhluk hidup. Sesudah makhluk hidup menggantikan badannya, ia lupa perbuatannya yang dahulu, namun Roh Yang Utama, yang mengetahui masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang, tetap sebagai saksi segala kegiatannya.